Tingkatkan Kualitas Kebahasaan dengan Hadirnya Unit Layanan Terpadu Badan Bahasa

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Suharti, meresmikan gedung dan Unit Layanan Terpadu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Selasa (22/2), di Rawamangun, Jakarta. Peresmian tersebut berlangsung setelah peluncuran Merdeka Belajar Episode Ketujuhbelas, dan dilakukan terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

Suharti menyampaikan, dengan adanya gedung baru tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan Badan Bahasa kepada publik. “Selamat menggunakan gedung yang baru, kiranya kualitas layanan yang diberikan kepada publik dapat meningkat serta kenyamanan para pegawai Badan Bahasa di kantor Rawamangun dalam bekerja akan lebih baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Suharti mengapresiasi adanya pembangunan panggung ekspresi di pelataran kantor yang dapat digunakan oleh pegawai maupun publik. Menurutnya, panggung tersebut berperan penting dalam mendorong tumbuhnya aspek seni dan budaya masyarakat maupun pegawai. “Mari kita ajak masyarakat dan pegawai untuk menggunakan panggung ini untuk mengekspresikan beragam kegiatan seni dan budaya yang bermanfaat sebanyak-banyaknya,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminudin Aziz mengatakan bahwa konsep bangunan renovasi menggunakan konsep lebih terbuka dengan adanya taman yang digunakan untuk tempat berdialog dan sebagai resapan air.

Ruang kerja di dalam gedung dengan konsep terbuka ini, kata Aminudin, dirancang agar komunikasi para pegawai lebih terbuka antara satu sama lain. “Supaya pegawai memiliki semangat baru, untuk meraih prestasi lebih unggul. Mari berubah menjadi elang rajawali, jangan menjadi dinosaurus yang menjadi fosil dan membatu,” tuturnya.

Usai peresmian gedung baru yang ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Sesjen Kemendikbudristek yang disaksikan oleh Kepala Badan Bahasa, Sekretaris Badan Bahasa dan pejabat di lingkungan Badan Bahasa. Pada kesempatan ini juga, Sesjen Suharti meninjau pameran layanan yang selama ini diberikan Badan Bahasa kepada masyarakat. Setelahnya, Suharti meresmikan ULT yang terdiri atas pelayanan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), Uji Kemahiran Bahasa Indonesia Adaptif, dan layanan Ahli Bahasa.

“Dengan adanya ULT yang terpusat oleh Badan Bahasa, kiranya masyarakat mendapat informasi akan layanan dari Badan Bahasa lebih baik dan lengkap,” ucapnya.

Selain itu, di dalam rangkaian peresmian tersebut turut ditayangkan juga video peluncuran aplikasi Halo Bahasa yang telah diluncurkan secara resmi pada tanggal 21 Februari 2022. Aplikasi Halo Bahasa merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk mempermudah masyarakat dalam memanfaatkan produk-produk kebahasaan, melakukan konsultasi kebahasaan, dan melaporkan penggunaan bahasa yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Aplikasi ini dapat diunduh melalui Google Playstore bagi pengguna Android ini juga menjadi wadah untuk berbagi kegiatan atau program kebahasaan dan kesastraan, baik kegiatan dari lembaga pemerintah atau swasta maupun kegiatan dari masyarakat.

Penerjemahan Cerita Anak Bekerja Sama dengan StoryWeaver

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melaksanakan program penerjemahan cerita anak untuk menunjang Gerakan Literasi Nasional, khususnya pemerkayaan literasi anak. Tahun 2021, melalui Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Penerjemahan, Badan Bahasa telah menerjemahkan 1.375 judul buku cerita anak dari bahasa asing ke bahasa Indonesia dan 343 judul dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia.
Sampai tahun 2024, KKLP Penerjemahan mempunyai target untuk menyelesaikan 5.000 judul terjemahan cerita anak dari bahasa asing ke bahasa Indonesia. Untuk mencapai target itu, dilakukan seleksi judul buku dan penerjemah, penelaahan terjemahan, penyesuaian ilustrasi, dan pengurusan lisensi penerjemahan dari penerbit atau penulis buku sumber. Ada juga penilaian mengenai ilustrasi buku sumber, terutama yang sesuai dengan budaya Indonesia.

Terjemahan buku cerita anak ini disebarluaskan dalam bentuk buku cetak secara gratis dan buku elektronik (e-book) yang diunggah di laman badanbahasa.kemdikbud.go.id, storyweaver.org.in, dan asiafoundation.org.

Dengan begitu, diharapkan cerita-cerita anak dari seluruh dunia yang sudah berbahasa Indonesia dapat lebih mudah diakses dan dapat meningkatkan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.

Sumber:

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar

#CerdasLiterasi

#UnggahUlang

Tinggalkan Komentar