Penelitian Gambaran Pengetahuan Masyarakat terkait Penggunaan Bahasa Berdampak Hukum di Kabupaten Bengkayang

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat melakukan penelitian “Gambaran Pengetahuan Masyarakat terkait Penggunaan Bahasa Berdampak Hukum di Kabupaten Bengkayang”. Pengambilan data penelitian dilakukan mulai tanggal 7 s.d. 11 April 2021 oleh tim peneliti Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Bengkayang. Banyak pemangku kepentingan yang terlibat, mulai dari Polres, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (sekolah-sekolah), Kementerian Agama (MA Negeri/Swasta,MTs, dan MI Kecamatan Sanggau Ledo), tokoh masyarakat, dan masyarakat umum. Kolaborasi ini diharapkan dapat mensinergikan data berkenaan pengetahuan masyarakat bahasa berdampak hukum di Kabupaten Bengkayang.
Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran pengetahuan masyarakat Kabupaten Bengkayang terkait penggunaan bahasa berdampak hukum, misalnya, bahasa yang mengarah ke intimidasi, penghinaan, hoax, pemaksaan, dan pencemaran nama baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya hasil penelitian forensik kebahasaan dan dijadikan rekomendasi kebijakan tentang bahasa yang berdampak hukum di Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Bengkayang khususnya.

Tinggalkan Komentar